6 Momen Seks dan Kota Paling Liar dan Ikonik!
Serial “Sex and the City” menetapkan standar baru untuk serial drama komedi dewasa. Inilah 6 momen "Sex and the City" yang paling liar!
Saat serial “Sex and the City” pertama kali tayang di HBO pada akhir tahun 1990-an, dunia langsung dihebohkan. Pasalnya, serial ini tidak hanya menarik, tapi juga banyak membahas tentang batasan cara kita membicarakan hubungan romantis dan seksualitas. Selain itu, “Sex and the City” cukup blak-blakan sehingga membuat penonton kaget, terkadang membuat tertawa, dan tak jarang membuat orang dewasa belajar banyak hal yang tidak pernah mereka pelajari di sekolah.
Dengan kombinasi humor, sensualitas dan liku-liku kehidupan perempuan, serial “Sex and the City” menetapkan standar baru untuk serial drama komedi dewasa. Banyak adegan yang kemudian menjadi legenda dan ikonik, entah karena terlalu liar, lucu, atau emosional sehingga sulit untuk dilupakan. Kali ini kita akan membahas 6 momen paling liar dan ikonik dari serial "Sex and the City".
1. Miranda Hampir Meninggal Karena Tersedak
Tidak semua momen liar dalam “Sex and the City” melibatkan ranjang. Ada juga kekacauan yang sama sekali tidak terduga, seperti pada adegan di episode “Four Women and a Funeral”. Dalam episode tersebut, Miranda baru saja pindah ke apartemen baru dan tiba-tiba panik saat mengetahui penghuni sebelumnya meninggal sendirian dan baru ditemukan seminggu kemudian.
Tentu saja tragedi penghuni sebelumnya membuat Miranda paranoid dan overthinking. Saat makan makanan Cina sambil berpikir berlebihan, dia tersedak parah. Penonton panik karena mengira karakter favorit mereka, Miranda, akan mati. Beruntung Miranda selamat.
Adegan Miranda tersedak menambah warna serial "Sex and the City". Adegan ini pun menunjukkan bahwa serial tersebut tidak hanya berkisah tentang seks dan romansa, tetapi juga peristiwa menegangkan yang hampir merenggut nyawa seseorang.
2. Pertarungan Lumpur Dua Pria Tampan
Serial "Sex and the City" kerap menampilkan adegan-adegan liar namun penuh makna, salah satu yang paling ikonik adalah di episode "Belles of the Balls". Di episode itu, Carrie yang sedang berpacaran dengan Aidan tiba-tiba mengajak Mr. Big pergi ke rumah Aidan. Lalu apa yang terjadi? Bencana yang tidak bisa dihindari.
Begitu keduanya bertemu, ketegangan langsung meningkat. Mereka mulai adu mulut, melontarkan sarkasme satu sama lain, yang berakhir dengan perkelahian. Mereka berkelahi hingga kedua tubuh mereka berlumuran lumpur. Carrie hampir pingsan saat melihat kekacauan itu, namun bagi penonton, adegan itu seperti fan service yang paling liar—dua pria penuh drama berguling-guling di tanah, dan itu semua terjadi karena Carrie berebut.
3. Pertengkaran Antara Carrie dan Charlotte
Selain adegan perkelahian dan momen menegangkan yang nyaris berujung kematian, juga terdapat perdebatan yang relevan dengan kehidupan nyata. Salah satu yang paling ikonik adalah perdebatan antara Carrie dan Charlotte di episode "We Are Sluts". Saat itu, Carrie sedang bingung apakah orang lain menganggap wanita yang sering berganti pacar itu pantas disebut "pelacur" atau wanita yang mudah bergaul.
Di saat yang sama, Charlotte menghadapi pria baru yang suka memanggilnya dengan kata-kata tidak menyenangkan, termasuk "pelacur". Awalnya Charlotte mengira label tersebut mungkin benar dan membuatnya kesulitan menemukan pasangan yang serius.
Namun, seiring berjalannya episode, Charlotte dan Carrie menyadari bahwa mendengarkan apa yang orang lain katakan tidaklah penting; yang penting jadi diri sendiri dan berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin. Pesan ini relevan tidak hanya untuk karakter dalam serial “Sex and the City”, tetapi juga untuk jutaan pemirsanya.
4. Lexi Jatuh dari Gedung
Kalau bicara plot yang mengejutkan, serial "Sex and the City" bisa dikatakan menjadi salah satu pemenangnya. Bayangkan sebuah episode yang menghadirkan plot kelam, sedih, namun tetap lucu. Ya, episode itu berjudul “Splat!” yang menceritakan tentang bagaimana Lexi Featherstone meninggal.
Lexi Featherstone merupakan sosok yang cerewet, bersemangat, bermasalah, dan sering disebut sebagai ratu drama. Dalam episode “Splat!”, dia mengeluh bahwa New York tidak menyenangkan lagi. Dia berkata, "New York sudah berakhir, S-E-L-E-S-A-I. Ini sudah berakhir. Ini tidak menyenangkan lagi! Sobat, pesta ini sangat membosankan, aku hanya ingin mati!"
Saat Lexi memprotes, dia tiba-tiba tersandung, kehilangan keseimbangan, dan terjatuh dari jendela apartemen. Momen ini terasa tragis, kelam, namun tetap lucu. Ironisnya, kalimatnya berubah menjadi kenyataan.
5. Carrie Jatuh di Catwalk
Bagi para penggemar serial "Sex and the City", momen Carrie terjatuh di atas catwalk juga sangat berkesan. Hal ini terjadi pada episode "The Real Me" saat Carrie menerima tantangan menjadi model dengan mengenakan pakaian haute couture rancangan Dolce & Gabbana.
Saat berjalan penuh percaya diri, tiba-tiba Carrie terpeleset dan terjatuh di hadapan ratusan penonton. Momen ini bukan sekedar komedi, namun merupakan gambaran bagaimana rasa percaya diri seseorang bisa runtuh dalam sekejap. Tapi Carrie tidak putus asa; dia memilih untuk bangun, berdiri, lalu melanjutkan berjalan dengan percaya diri. Penonton bersorak mendukungnya.
Carrie tetap tersenyum dan menyelesaikan runway dengan percaya diri meski sebelumnya sempat terjatuh. Adegan ini sangat ikonik dan menceritakan tentang bagaimana hidup tidak selalu sesuai ekspektasi dan bagaimana seseorang bisa bangkit dari keterpurukan.
6. Perpisahan Samantha dan Richard
Di sequence terakhir ada salah satu momen yang paling berkesan yaitu adegan putus cinta antara Samantha dan Richard. Adegan ini terjadi di episode "Luck Be an Old Lady", saat Samantha memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Richard. Pasalnya, pria tampan ini sudah berkali-kali menyakiti hatinya karena selingkuh.
Setelah menjalani hubungan yang menguras energi, harga diri, dan kebahagiaannya, Samantha menyadari bahwa hubungannya dengan Richard bertentangan dengan prinsip hidupnya: "Tidak ada permintaan maaf, tidak ada batasan, tidak ada penyelesaian."
Akhirnya, Samantha memutuskan untuk mengakhiri hubungan beracun tersebut. Ia mengucapkan sebuah kalimat yang sangat diingat oleh penonton, "Aku mencintaimu, tapi aku lebih mencintaiku." Ucapan ini bahkan sering dikutip oleh mereka yang belum pernah menonton “Sex and the City”.
Pasalnya, kalimat ini sangat ampuh dan merupakan pernyataan diri yang kuat—bahwa tidak ada hubungan yang layak membuat seseorang kehilangan martabat dan jati dirinya. Setelah berkata demikian, Samantha berjalan pergi meninggalkan Richard, meninggalkan versi dirinya yang sebelumnya rela berkompromi demi cinta. Menurutmu, momen manakah yang paling berkesan?
Fauci baru saja mengeluarkan peringatan yang mendesak ini
10 produk teratas yang tidak bisa makan untuk sarapan